Sepenggal Cerita

March 31st, 2008 by ernez

    Dulu aku takut tuk menjadi dewasa. Menurutku kehidupan orang dewasa sangatlah rumit, penuh dengan masalah yang menguras energi, tenaga dan pikiran. Aku lebih suka menjadi seorang anak kecil yang tanpa beban, tanpa masalah dan bebas bermain sesuka hati.
    Tapi, yang namanya bilangan umur tak dapat tidak, dia akan tetap bertambah setiap tahunnya walaupun kita tak pernah merayakan yang namanya ulang tahun. Bertambahnya bilangan umur, otomatis mengurangi jatah hidup kita didunia ini. Seiring bertambahnya bilangan umur, lingkungan yang beragam, teman yang bervariasi, ilmu yang bertambah serta jiwa dan raga yang berkembang mau tidak mau akan timbul pergesekan diantaranya. Akan timbul yang namanya masalah.
    Masalah? Masalah hanyalah suatu kondisi yang terjadi karena kenyataan tak sesuai dengan harapan. Tingkat kedewasaan kita justru terasah setelah kita mendapatkan masalah. Masalah menuntut kita untuk bertindak. Meliputi bagaimana cara kita menyikapi dan menyelesaikan masalah yang sedang datang menghampiri tersebut.
    Kerap aku merasa takut menghadapi masalah. Sering aku berusaha menghindari masalah walapun harus mengorbankan perasaan sendiri. Saat terpaksa harus bertemu dengan masalah, kadang aku malah berlari menjauhinya. Setelah dijauhi, masalah itu bukannya ikut menjauh, justru dia semakin dekat mengejarku. Yah, mau tak mau aku harus menghadapinya.
    Kadang kita perlu seseorang tuk sekedar menjadi tempat berbagi untuk sedikit meringankan beban. Kadang kita perlu menangis untuk menumpahkan kesedihan. Walau menangis tak menyelesaikan masalah, paling tidak sebongkah gunung es yang menyesakkan dada ikut meleleh bersama tetesan air mata.
    Masalah turut andil dalam proses pendewasaan kita. Semakin banyak masalah, semakin beragam masalah, tentu akan semakin mengasah kecerdasan kita dalam mencari solusi pemecahannya. Sudut pandang seseorang terhadap suatu masalah yang sama pasti akan berbeda-beda juga. Ada yang memandangnya berdasarkan emosi semata, ada yang menggunakan logika dan ada juga yang menggunakan mata batinnya. Bilangan umur tidak menentukan tingkat kedewasaan. Bisa jadi seseorang yang usianya lebih muda, dia lebih dewasa dari kita.
    Di tengah kebuntuan pikiran, di tengah keterpojokan diri kita oleh masalah yang mendera, ingatlah selalu bahwa masih ada tempat kembali terindah. Tempat mengadu yang paling tepat. Tempat menumpahkan seluruh beban yang terberat sekalipun. Kita masih punya Tuhan yang selalu menyayangi kita. “Allah tidak akan membebani hambanya diluar batas kemampuannya.”
    Jadi, kini akan kuhadapi masalah yang datang dengan kedewasaan. Dan akan ku sambut kedewasaan dengan senyuman.

akan aku ikhlaskan

March 31st, 2008 by ernez

hampa…
hidupku terasa hampa
hancur…
hatiku telah hancur
sepenggal asa telah sirna
selembar kisah telah terkoyak
hanya menyisakan luka

dulu kita suka berhayal tentang kampus idaman
kini…
kampus idaman hanyalah tinggal cerita
kita takkan pernah kesana
tak akan pernah tuk sekedar menyentuhnya
apalagi menikmati indahnya malam disana

walau berat,
walau pahit,
walau takut,
akan ku ikhlaskan kepergianmu bersama bayang-bayang senja

Kisah Sekantung Paku

March 5th, 2008 by ernez

    Amar adalah seorang anak berumur belasan tahun yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Dia adalah seorang anak yang mudah tersinggung dan mudah marah. Hampir setiap hari sepulang sekolah, dia selalu marah-marah. Biasanya karena bertengkar atau berkelahi dengan teman-temannya.
    Pada suatu hari, ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruhnya memaku sebuah paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
    Hari pertama dia memaku 27 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.
    Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :
    "Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali mulus seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, itu sama halnya seperti kamu sedang menusukkan sebilah pisau di punggung orang tersebut. Walaupun kamu akhirnya dapat mencabut pisau itu kembali, dia akan meningalkan luka. Sama halnya dengan luka bekas paku pada pagar ini."
    "Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, luka itu akan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika sedang kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka. Kau jangan suka bertengkar dan berkelahi lagi dengan mereka ya Nak.”

VIRUS

March 5th, 2008 by ernez

    Tentu kita sudah sering mendengar kata ini, bahkan Anda mungkin telah faham cara penanganannya. Virus memiliki sifat jahat, yaitu mengganggu bahkan merusak sesuatu yang dihinggapinya. Demikian pula halnya dengan virus komputer. Dia adalah suatu kode tertentu yang dibuat dengan menggunakan suatu metode bahasa pemrograman. Kode program ini biasa disebut Kode Jahat/Perusak (Malicious Codes).
    Kode jahat/perusak (malicious codes atau disingkat malcodes) didefinisikan sebagai semua macam program, makro atau script yang dapat dieksekusi dan dibuat dengan tujuan untuk merusak sistem komputer.
Malcodes ini memang dibuat untuk menjangkiti atau menulari suatu computer dengan mempelajari suatu metode di system computer, tujuannya untuk menggangu system tersebut. Setelah berhasil menulari sistem virus akan berusahan untuk menempel pada bagian yang terinfeksi. Saat ini banyak sekali virus yang dapat mengelabuhi Anti Virus. Dalam perkembangannya yang sangat cepat, kode perusak ini dapat digolongkan dalam 3 macam golongan, yaitu : Virus, Worm dan Trojan Horses.
    Virus terdiri dari sekumpulan kode yang dapat memodifikasi target kode yang sedang berjalan, atau dapat pula memodifikasi struktur internal target kode, sehingga target kode sebelum berjalan dipaksa untuk menjalankan virus. Virus memiliki kemampuan jahat untuk mereproduksi diri mereka sendiri  Virus sering menampilkan pesan yang tidak disukai, menampilkan gambar bergerak yang menggangu, merusak tampilan display, menghapus memory C-MOS, merusak informasi dalam hard disk, dan lain sebagainya.
    Worm lebih ditujukan kepada program yang dapat mengkopi dirinya sendiri ke memory komputer. Perbedaan mendasar dari worm dan virus adalah virus dapat menginfeksi target code, tetapi worm tidak. Worm hanya tinggal di memory. Worm dapat dengan cepat memperbanyak diri dan biasanya dilakukan pada media LAN atau Internet,
    Trojan Horse diproduksi dengan tujuan jahat pula. Berbeda dengan virus, Trojan Horse tidak dapat memproduksi diri sendiri. Pada umumnya, mereka dibawa oleh utility program lainnya. Utility program tersebut mengandung dirinya, atau Trojan Horse itu sendiri yang berlagak sebagai utility program.
Oleh karena itu pasang pengaman berupa Anti Virus pada komputer Anda dan jangan lupa untuk meng-update database program anti virus secara teratur. Selain itu, melakukan back-up data juga sangat dianjurkan. Walaupun tidak menyelamatkan data Anda dari ancaman virus, setidaknya Anda masih punya salinannya saat virus benar-benar merusak data pada komputer.

(Deris Stiawan. 2004. Mengenal Virus Worm)

Merawat “Flash Disk” agar Tahan Lama

March 5th, 2008 by ernez

Flash
Flash disk? Sudah bukan barang asing lagi bukan?

Ya, benda yang secara fisik tergolong kecil ini sangat membantu kita untuk keperluan penyimpanan data dalam jumlah yang relatif besar mulai dari 128 MB sampai satuan GB. Tinggal pilih deh sesuai kebutuhan dan anggaran yang dimiliki. Selain mudah digunakan, media penyimpanan yang tersambung ke port USB (Universal Serial Bus) ini juga mudah dibawa kemana-mana. Agar flash disk tetap terjaga dan bisa bekerja dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan saksama. Diantaranya :

  1. Jauhkan flash disk dari benda-benda yang memiliki medan magnet yang kuat seperti televisi, radio dan ponsel. Medan magnet yang terlampau kuat menjadi hal yang kerap membuat flash disk rusak.
  2. Hindarkan flash disk dari suhu panas yang terlalu tinggi, percikan air dan benturan karena hal ini akan dapat merusak flash disk secara permanen. Ada juga beberapa merk flash disk yang tahan air dan benturan, walau demikian tak ada salahnya kan mencegah terjadinya hal-hal tersebut?
  3. Pastikan saat Anda meng-copy data ke flash disk, data tersebut sudah bebas virus. Kalau flash disk sudah terjangkit virus yang berbahaya, tak jarang satu-satunya solusi adalah dengan memformat ulang. Langkah ini dikhawatirkan justru akan membuat usia flash disk menjadi lebih pendek.
  4. Gunakan perintah "stop" atau "eject" sebelum Anda melepas flash disk dari port USB. Selain membuat flash disk cepat rusak, mencabut flash disk secara langsung bisa membahayakan data yang ada di dalamnya.
  5. Tutup  flash disk ketika tidak digunakan, agar flash disk terhindar dari kotoran.
  6. Dianjurkan untuk tidak terlampau sering melakukan proses hapus - tulis (delete - write) mengingat flash disk juga memiliki usia yang terbatas. Demikian pula saat bekerja, simpanlah data atau dokumen di dalam hard disk terlebih dahulu, jangan langsung ke flash disk. Maksudnya, agar temporary file tidak akan tersimpan di dalam flash disk. Masuknya temporary file tentu akan menambah isi flash disk dan otomatis mengurangi usianya.
  7. Anda punya yang lain?? Silahkan ditambahkan.

KEIMANAN SAID IBNU ZUBAIR

February 20th, 2008 by ernez

Said Ibnu Zubair adalah salah seorang sahabat Imam Sajjad yang sabar dan setia. Kala itu Hajjaj menjadi penguasa tiran yang haus darah di Kufah, Irak dan Iran.

Hajjaj adalah seorang penguasa yang kejam dan suka membunuh. Ia diangkat oleh Bani Umayyah dan Bani Marwan. Berkuasa selama hampir 20 tahun. Selama pemerintahannya ia telah membunuh kurang lebih 120 ribu orang yang diantaranya adalah para sahabat seperti, Kumail ibnu Ziyad, Qanbar (budak Ali) dan Said Ibnu Zubair.

Alkisah, ketika mengetahui Said lebih percaya dan condong kepada Imam Ali, Hajjaj memerintahkan agar ia ditangkap. Untuk menghindari penangkapan, Said melarikan diri ke Isfahan. Tetapi kemudian keberadaannya diketahui oleh Hajjaj. Selanjutnya Hajjaj mengirim suratkepada gubernur Isfahan untuk mencari dan menangkapnya. Namun gubernur Isfahan sangat menghormati Said dan menghimbaunya agar segera meninggalkan Isfahan untuk menyelamatkan diri.

Setelah menerima himbauan dari gubernur Isfahan, Said pergi ke Qum, lalu ke Azarbaijan dan akhirnya ke Irak. Di sana ia bergabung menjadi salah seorang pasukan Abdur Rahman Ibnu Muhammad yang telah berencana untuk mengadakan pemberontakan tehadap Hajjaj. Dalam pemberontakan tersebut Abdur Rahman kalah dan Said melarikan diri ke Makkah dan bersembunyi di sana.

Kala itu Makkah berada di bawah kekuasaan Khalid Ibnu Abdullah Qasri, orang kejam yang diangkat oleh Kholifah Walid Ibnu Abdul Malik. Kholifah Walid memerintahkan padanya untuk menangkap orang-orang Irak terkemuka yang sedang bersembunyi di Makkah.

Maka Said pun tertangkap. Dia akan dibawa ke Kufah untuk dipertemukan dengan Hajjaj. Karena ketika itu Hajjaj sedang berada di Wasit, maka Said pun dibawa ke sana.

Hajjaj bertanya kepadanya tentang dirinya, Nabi SAW, Ali, Abu Bakar, Umar dan Utsman dan yang lainnya. Kemudian dia bertanya tentang bagaimana cara membunuhnya.

“Bagaimana cara membunuhmu?”

“Apapun cara yang engkau pakai untuk membunuhku, sesuai dengannya engkau juga akan dihukum di hari pengadilan,” jawab Said.

“Aku ingin mengampunimu.”

“Jika ampunan dari Allah memang aku cari. Tetapi ampunan darimu, aku tidak menginginkannya,” tanggap Said.

Hajjaj memerintahkan algojonya untuk memenggal kepala Said. Dalam keadaan tangan terikat ke belakang, Said membacakan ayat berikut :

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan

Mendengar ini Hajjaj memerintahkan agar wajahnya dipalingkan dari arah kiblat. Maka Said pun membacakan ayat berikut :

Kemanapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah.”

Mendengar ini Hajjaj memerintahkan algojonya untuk menelungkupkan wajah Said ke tanah. Setelah ditelungkupkan, Said membacakan ayat berikut :

Dari bumi Kami menciptakan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.”

Hajjaj pun berteriak, “Jangan buang-buang waktu lagi! Bunuh dia!”

Said mengucapkan dua kalimah syahadah dan berdoa, “Ya Allah! Setelah aku mati jangan beri waktu bagi Hajjaj untuk beristirahat agar dia tidak lagi membunuh orang.” Seketika itu juga sang algojo memenggal kepalanya.

Setelah syahidnya seorang teladan yang memiliki keimanan sempurna, Hajjaj menderita sakit jiwa. Lima belas malam kemudian ia menemui ajalnya. Sebelum mati, mulutnya berkomat-kamit : “Kenapa aku pernah terlibat dengan Said Ibnu Zubair?”

(dari The Top Chicken Soup Persembahan Para Nabi, Nabi SAW dan Keluarganya).

HIDUP TAK SELAMANYA INDAH

December 26th, 2007 by ernez

Hidup kadang tak seindah yang diharapkan
Hidup kadang tak semudah yang dibayangkan
Kerap, keinginanan tak sesuai dengan kenyataan
Manusia hanya bisa berusaha
Tuhan juga yang menentukan
Manusia hanya bisa berencana
Tuhan juga yang mengijinkan

Ohhh….
Walau kadang hati ini sesak
Walau kadang mata ini basah
Apa ada yang kurang dalam hidup ini?
Semua baik-baik saja
Semua lebih dari cukup
Impian tak terwujud hanyalah setitik lara
Di tengah telaga bahagia
Bukankah telah banyak kenikmatan lain yang telah kukecap?
Bukankah telah banyak kenikmatan lain yang telah kuraih?
Kurang syukur rasanya kalau mengingkari semua karunia-Nya
Maafkan aku Tuhan, telah berburuk sangka pada Mu

-1 April 2007-

Sahabat

December 26th, 2007 by ernez

Aku ceria, kaupun tertawa
Aku bahagia, kaupun gembira
Aku sedih, kaupun menemani
Aku menangis, kaupun menyeka airmata

Sahabatku…
Semangatmu, membangkitkanku
Senyummu, menenangkanku
Tawamu, kebahagiaanku
Sedihmu, dukaku

Kau selalu ada untukku
Kau selalu siap berbagi
Kau selalu ikhlas membantu
Kau selalu bisa menempatkan diri

Aku bangga padamu
Aku bahagia mengenalmu
Aku senang bersamamu
Aku ingin kau selalu hidup dalam jiwaku

21 april 2007

Ini adalah tulisan pertamaku

October 23rd, 2007 by ernez

Hai… semua. ini adalah tulisan pertamaku di blog pertamaku ini. (jangan diketawain donk) :) awalnya sih, ga da pikiran bikin blog. cuma denger2 seru aja gitu. nah, akhirnya coba2 deh. nih hasilnya…. (kok cuma gini doang ya?) hehehe.. harap maklum de.. masih pemula gitu loh. tapi sebenarnya, dari kecil aku udah suka nulis. bikin2 puisi, nulis cerpen, diary, surat ampe nulisin bukunya orang (yang ini mah jangan ditiru, bahaya) :) tapi waktu dulu itu ga pernah coba kirimin naskah, ga berani, takut diketawain orang. trus waktu kuliah sempet gabungan di LPM (Lembaga Pers Mahasiswa), yah jadi dewan redaksinya majalah fakultas gitu. walau cuman jadi tukang ketik doang hehehe.. tapi setelah lulus dari bangku kuliah, aku baru pernah (bukan sering) kirimin tulisan ke salah satu media cetak. bersyukur banget, alhamdulillah di muat. seneng deh rasanya. itu yang mampu memompa semangatku tuk terus menulis. pengen deh jadi penulis profesional yang punya banyak karya, yang bukunya jadi best seller, yang bisa jadi masukan atau sumber inspirasi bagi orang lain, "tulisanku bisa bermanfaat bagi orang lain" gitu lah pada intinya tapi.. jalan kesana tak mudah tentunya. habis, aku tuh banyak malesnya sih. kl lg males, ide jadi buntu. ga ada ide otomatis ga da bahan buat dituangkan ke dalam tulisan. trus kapan terkenalnya yah?? hehehehe… (wake up girl!! ayo.. wake up, jangan cuma mimpi mulu…)